(Minghui.org) Pada Hari Hak Asasi Manusia, 10 Desember 2025, praktisi Falun Gong di 48 negara menyerahkan daftar pelaku terkait penganiayaan Falun Gong di Tiongkok kepada pemerintah mereka. Mereka juga meminta agar para pelaku dan anggota keluarga mereka dilarang memasuki negara tersebut, dan aset mereka dibekukan.

Berikut adalah rincian penganiayaan yang dilakukan oleh Huo Min, sekretaris Partai dan ketua Pengadilan Tinggi Rakyat Provinsi Shandong.

Informasi Pelaku

Nama Lengkap Pelaku: Huo (nama belakang) Min (nama depan) (霍敏)
Jenis Kelamin: Laki-laki
Negara: Tiongkok
Tanggal/Tahun Lahir: April 1964
Tempat Lahir: Distrik Gaoyao, Kota Zhaoqing, Provinsi Guangdong

Jabatan atau Posisi

Januari 2023 – Sekarang: Sekretaris Partai dan Presiden Pengadilan Tinggi Rakyat Provinsi Shandong, sekaligus menjabat sebagai dekan Institut Pelatihan Hakim Shandong

Pada Januari 2018, Huo Min diangkat sebagai Sekretaris Partai dan Kepala Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Provinsi Fujian. Sebelumnya, ia menjabat sebagai hakim ketua dan wakil presiden Divisi Pidana Pertama Pengadilan Tinggi Rakyat Provinsi Guangdong, presiden dan sekretaris Partai Pengadilan Menengah Rakyat Shenzhen Provinsi Guangdong, dan wakil presiden dan wakil sekretaris Partai Pengadilan Tinggi Rakyat Provinsi Guangdong.

Kejahatan Utama

Sejak menjadi sekretaris Partai dan presiden Pengadilan Tinggi Rakyat Provinsi Shandong pada Januari 2023, Huo Min telah memainkan peran aktif dalam penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong. Ia berulang kali menegaskan bahwa pengadilan di seluruh provinsi harus "menindak tegas kejahatan sekte" dan "secara aktif terlibat dalam perjuangan anti-sekte." Akibatnya, banyak praktisi Falun Gong di Shandong dijatuhi hukuman secara tidak sah.

Menurut laporan Minghui.org, setidaknya 540 praktisi Falun Gong di Provinsi Shandong dianiaya pada paruh pertama tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 66 orang dijatuhi hukuman, termasuk dua orang yang menerima hukuman penjara delapan tahun. Yang perlu diperhatikan, sepuluh dari praktisi yang dijatuhi hukuman berusia di atas 80 tahun, dengan yang tertua berusia 90 tahun.

Pada tahun 2024, 112 praktisi Falun Gong di Provinsi Shandong dijatuhi hukuman penjara. Hukuman terlama adalah delapan tahun, dan orang tertua yang dijatuhi hukuman berusia 81 tahun.

Pada tahun 2023, setidaknya 149 praktisi Falun Gong di Provinsi Shandong dijatuhi hukuman penjara. Dari jumlah tersebut, 35 orang berusia di atas 60 tahun dan delapan orang berusia di atas 80 tahun. Korban tertua adalah Pan Yuelan [Wanita], yang berusia 89 tahun, dan yang termuda adalah Zhang Xia [Wanita], yang berusia 35 tahun. Li Jinghua [Wanita], yang berusia 80-an, menerima hukuman penjara tiga setengah tahun dari Pengadilan Distrik Zhangdian.

Di antara para praktisi yang dijatuhi hukuman, setidaknya empat orang meninggal dunia, baik saat dalam tahanan maupun tak lama setelah dibebaskan. Banyak lainnya menderita luka-luka, cacat, atau penyakit mental akibat penyiksaan selama dalam tahanan.

I. Beberapa Kasus Kematian

Kasus 1. Wanita Shandong Berusia 56 Tahun Meninggal Hanya Beberapa Hari Setelah Dipindahkan ke Penjara untuk Menjalani Hukuman

Xu Haihong, warga Kota Qingdao, Provinsi Shandong, ditangkap pada 10 September 2023, dan ditahan di Pusat Penahanan Pudong. Ia dijatuhi hukuman 16 bulan pada Oktober 2023 dan dipindahkan ke Penjara Wanita Provinsi Shandong sekitar 6 Desember 2023. Ia meninggal tiga hari kemudian. Usianya 56 tahun.

Kasus 2. Pria Shandong Berusia 71 Tahun Meninggal Satu Hari Setelah Dijatuhi Hukuman 3,5 Tahun

Guo Shuqun, dari Kabupaten Guan, Provinsi Shandong, ditangkap pada tahun 2023 karena menyebarkan materi informasi Falun Gong. Ia dijatuhi hukuman 3,5 tahun pada 27 November 2024. Polisi membawanya ke Pusat Penahanan Tianmayuan dan menahannya di sana selama beberapa jam sebelum mengirimnya pulang malam itu. Ia meninggal sekitar pukul 11 pagi keesokan harinya.

Kasus 3. Pasien Kanker yang Dibebaskan dari Penjara dalam Kondisi Kritis, Meninggal Empat Bulan Kemudian

Li Fengying [Wanita], seorang warga Kabupaten Wulian berusia 52 tahun, meninggal sekitar pukul 4 pagi pada 31 Desember 2024, empat bulan setelah ia dibebaskan dari penjara dalam kondisi kritis.

Li ditangkap pada 10 Oktober 2022 karena berbicara kepada orang-orang tentang Falun Gong. Ia dijatuhi hukuman delapan tahun penjara dengan denda 20.000 yuan pada tanggal 15 Mei 2023. Meskipun kesehatannya buruk akibat penyiksaan di pusat penahanan, hakim memerintahkan agar ia dipindahkan ke Penjara Wanita Provinsi Shandong pada 8 Agustus 2023.

Hanya beberapa hari setelah masuk penjara, Li harus dilarikan ke rumah sakit, di mana ia didiagnosis menderita limfoma (kanker pada sistem limfatik) dan kanker rahim. Permohonan pembebasannya dengan alasan medis ditolak. Baik dia maupun keluarganya menolak kemoterapi, tetapi rumah sakit penjara tetap memaksanya menjalani perawatan tersebut. Kondisinya semakin lemah setiap hari. Ketika keluarganya mengunjunginya, ia membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk berjalan kaki sebentar ke ruang pertemuan.

Karena kondisi Li terus memburuk, penjara akhirnya membebaskannya dengan alasan medis pada 23 Agustus 2024. Ia meninggal empat bulan kemudian.

Kasus 4. Disiksa Hingga Kondisi Serius Setelah Empat Bulan di Penjara, Wanita Berusia 63 Tahun Meninggal Dua Minggu Setelah Pembebasan dengan Alasan Medis

Lin Jianping, dari Kota Qixia, Provinsi Shandong, ditangkap pada Maret 2023, dan dijatuhi hukuman tiga tahun. Ia ditahan kembali pada pertengahan Oktober 2024 untuk menjalani hukuman. Ia disiksa saat dalam tahanan dan dibebaskan dengan alasan medis pada 30 Januari 2025. Ia meninggal pada 13 Februari 2025. Ia berusia 63 tahun.

II. Kasus-Kasus Hukuman Pilihan

Kasus 1. Kota Rizhao: Pengadilan yang Sama Menghukum 21 Orang dalam Satu Hari

Pada tanggal 3 Maret 2023, Departemen Kepolisian Kota Rizhao dan Divisi Keamanan Dalam Negeri meluncurkan “Proyek Khusus 303.” Sekitar 50 praktisi ditangkap pada 12 dan 13 Mei sebagai bagian dari operasi tersebut, dan sebagian besar kemudian dijatuhi hukuman penjara. Secara khusus, 21 praktisi, termasuk Hong Meishuang [Wanita], Guo Xin [Wanita], dan Jiang Haibo [Pria], diadili oleh Pengadilan Kabupaten Wulian pada 4-6 Desember. Mereka dijatuhi hukuman antara satu hingga lima setengah tahun pada 25 Desember.

Kasus 2. Mantan Wakil Kepala Sekolah Pingsan Akibat Penyiksaan Beku Saat Menjalani Hukuman Penjara Ketiga

Liu Jinguo [Pria], seorang pria berusia 49 tahun di Kota Linyi, Provinsi Shandong, ditangkap pada November 2023 dan kemudian dijatuhi hukuman empat tahun. Ia dimasukkan ke Penjara Provinsi Shandong pada Juli 2024. Antara September dan Oktober 2024, ia dipaksa bangun pukul 6 pagi dan tidak diizinkan tidur hingga pukul 1:30 pagi.

Pada 17 Januari 2025, di tengah musim dingin yang paling dingin, para penjaga menelanjangi Liu, memberinya selembar kain tipis untuk menutupi tubuhnya, lalu membuka jendela untuk membekukannya, hanya karena ia menolak mengenakan seragam narapidana. Narapidana yang ditugaskan untuk mengawasinya menggigil meskipun mengenakan jaket tebal. Setelah seharian membeku, Liu kehilangan kesadaran dan dibawa ke rumah sakit.

Karena menolak untuk melepaskan Falun Gong setelah penganiayaan dimulai, Liu dilarang mengajar atau menerima promosi atau penghargaan apa pun. Ia dipecat dari pekerjaannya pada tahun 2017. Sebelum masa hukuman terakhirnya, Liu menerima dua hukuman lagi, termasuk hukuman tiga tahun yang diberikan pada tahun 2016 dan hukuman satu tahun lagi yang diberikan pada tahun 2022.

Selama menjalani dua hukuman penjara pertamanya, Liu mengalami penyiksaan, termasuk dipaksa berdiri atau duduk menghadap tembok selama berjam-jam, terpapar kebisingan yang sangat tinggi, diikat ke kursi dengan sabuk pengaman selama tiga hari, dan dipaksa makan. Ia kehilangan kesadaran beberapa kali dan menderita kehilangan ingatan sebagai akibatnya.

Kasus 3. Janda Berusia 76 Tahun Dijatuhi Hukuman 3,5 Tahun Berdasarkan Bukti Palsu

Yu Caiyun, seorang janda berusia 76 tahun di Kota Yantai, Provinsi Shandong, dijatuhi hukuman 3,5 tahun dengan denda 15.000 yuan pada November 2023. Polisi memalsukan keterangan saksi sebagai "bukti" untuk menjebaknya.

Yu ditangkap pada 20 Juli 2023 karena berbicara kepada orang-orang tentang Falun Gong di sebuah pameran. Ia diadili oleh Pengadilan Distrik Mouping pada 30 Oktober 2023. Setelah persidangan, ia mengunjungi dua saksi penuntut yang disebutkan dalam persidangannya: Fang Yujing (yang tinggal di Desa Lijia) dan Qu Xiaoguang (penduduk asli Desa Shangpan yang melakukan pekerjaan serabutan di luar kota dari waktu ke waktu). Polisi menuduh bahwa mereka berdua telah melaporkannya karena mendistribusikan materi informasi Falun Gong. Fang dan Qu dengan tegas membantah pernah melaporkannya atau diminta untuk menandatangani sesuatu yang memberatkannya. Ia menyadari bahwa polisi telah memalsukan bukti terhadapnya.

Seorang pegawai pemerintah mengantarkan putusan Yu ke rumahnya pada 27 November 2023. Pengadilan mengeluarkan putusannya tanpa mengadakan sidang lanjutan meskipun salah satu petugasnya mengakui kurangnya bukti.

Putusan tersebut mencakup dua saksi penuntut tambahan, Kong Qingming dan Xue Qianhui. Putusan tersebut juga mengulang beberapa informasi dalam dakwaan, termasuk barang-barang apa saja yang disita dari rumah Yu pada 11 Mei dan 20 Juli. Namun, jumlah barang yang disita berbeda dengan yang dinyatakan dalam dakwaan. Selain itu, nama baru, Xu Jianshan, muncul dalam putusan. Xu dikatakan telah menyaksikan kedua penggerebekan polisi tersebut.

Identitas ketiga "saksi" baru—Kong, Xue, dan Xu—tidak disebutkan dalam putusan.

Kasus 4. Kota Laizhou: Tujuh Praktisi Dijatuhi Hukuman Hingga Delapan Tahun

Tujuh praktisi di Kota Laizhou, Provinsi Shandong, dijatuhi hukuman penjara oleh Pengadilan Kota Laizhou pada 20 Mei 2024. Lin Hongjie [Pria] dijatuhi hukuman delapan tahun dan denda 40.000 yuan. Xie Qingcai [Pria] menerima hukuman lima tahun dan denda 20.000 yuan. Teng Qinghua [Wanita], Fang Ruiqin [Wanita], dan Gao Rijun [Pria] masing-masing dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dan denda 10.000 yuan. Feng Guoping [Wnaita] dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dengan masa percobaan empat tahun, dan denda 10.000 yuan. Pan Zhaohua [Wanita] dijatuhi hukuman satu setengah tahun penjara dan denda 5.000 yuan.

Para praktisi tersebut ditangkap pada Mei 2023 dan didakwa oleh Kejaksaan Kota Laizhou pada November 2023. Mereka hadir di Pengadilan Kota Laizhou pada 29 November 2023 dan 15 Mei 2024, sebelum dijatuhi hukuman.

Kasus 5. Kabupaten Yuncheng: Delapan Warga Lokal Dijatuhi Hukuman Satu hingga Tujuh Tahun

Delapan warga Kabupaten Yuncheng, Provinsi Shandong, ditangkap pada 10 Juli 2024, saat belajar ajaran Falun Gong bersama. Mereka kemudian didakwa oleh Kejaksaan Utama Kabupaten Yuncheng dan dihukum oleh Pengadilan Utama Kabupaten Yuncheng pada Desember 2024.

Cui Jun [Wnaita], 57 tahun dan mantan karyawan perusahaan perangkat keras, dijatuhi hukuman tujuh tahun dan denda 20.000 yuan.

Chen Chengge [Wanita], 60 tahun, dijatuhi hukuman enam tahun dengan denda pengadilan yang tidak diketahui.

Zhu Lingdian [Pria], seorang petani berusia 72 tahun, dan Jia Suqin [Wanita], 71 tahun dan juga seorang petani, keduanya dijatuhi hukuman empat tahun dengan denda 10.000 yuan.

Xia Ruiying [Wanita], 75 tahun dan pensiunan karyawan Perusahaan Bahan Produksi Yuncheng, dan Hou Yuchun [Wanita], 79 tahun dan seorang petani, masing-masing dijatuhi hukuman tiga setengah tahun penjara dan denda 10.000 yuan.

Fan Airong [Wanita], 68 tahun dan pensiunan karyawan Pabrik Tekstil Kapas Kabupaten Yuncheng, dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan denda 5.000 yuan.

Chen Fengjuan [Wanita], 54 tahun dan pensiunan karyawan Biro Konstruksi Perkotaan, dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan denda pengadilan yang tidak diketahui jumlahnya.

Kasus 6. Pria Buta, 82 Tahun, dan Istrinya, 85 Tahun, Dipenjara karena Berlatih Falun Gong

Wei Jiuxiang, 82 tahun, dan istrinya, Zhang Yanmiao, 85 tahun, dari Kabupaten Mengyin, Provinsi Shandong, ditangkap pada 26 Agustus 2022. Wei, yang menjadi buta dan lumpuh beberapa tahun sebelum ditangkap, dan istrinya dijatuhi hukuman empat tahun penjara pada tahun 2024. Mereka tidak langsung diperintahkan untuk menjalani hukuman, tetapi polisi menangkap Wei di rumahnya sekitar 20 Mei 2025, dan Zhang pada 26 Mei. Zhang saat ini ditahan di Penjara Wanita Provinsi Shandong dan Wei berada di Penjara Provinsi Shandong, keduanya terletak di ibu kota, Jinan.

Kasus 7. Empat Praktisi Falun Gong Lansia di Kota Jiuzhai, Provinsi Shandong Dipenjara pada Hari yang Sama

Empat warga Kota Jiuzhai, Kabupaten Mengyin, Provinsi Shandong, dipenjara pada 26 Maret 2025.

Yang Yudong [Pria], 84 tahun, dijatuhi hukuman empat tahun penjara pada tahun 2025.

Ma Fumin [Pria], 77 tahun, Wang Zaigong [Pria], 83 tahun, dan Zhao Shenglian, 76 tahun [Jenis kelamin tidak diketahui], semuanya didakwa oleh Kejaksaan Kabupaten Yinan pada 1 April 2024, dan dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Kabupaten Yinan pada 27 Juni 2024.

Ma dijatuhi hukuman dua tahun penjara dan denda 20.000 yuan. Wang dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dengan masa percobaan lima tahun dan denda 30.000 yuan. Zhao dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dengan masa percobaan empat tahun dan denda 20.000 yuan.