(Minghui.org) Tradisi tahunan yang sangat dihargai di wilayah Baltik adalah liburan musim panas di mana penduduk setempat memanfaatkan hari-hari panjang di musim panas mereka yang singkat untuk menikmati kota-kota resor yang berjejer di sepanjang pantai. Orang-orang menikmati berbagai kegiatan santai, mulai dari mandi di mata air panas hingga perawatan mineral dan mendaki di hutan pinus yang indah.
Bagi para praktisi Falun Dafa Latvia, retret ini memiliki makna yang berbeda. Sejak tahun 2024, mereka menandai akhir musim panas setiap tahun dengan berkumpul untuk bermeditasi bersama, belajar ajaran spiritual mereka, dan berbagi pemahaman dalam meningkatkan karakter sesuai dengan prinsip-prinsip inti Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar).
Tahun ini, dari 28 hingga 30 Agustus, mereka mengadakan retret di kota pesisir Apšuciems yang indah dan diikuti oleh praktisi dari Lithuania.
Praktisi melakukan latihan Falun Dafa di pesisir Laut Baltik selama masa retret dari 28 hingga 30 Agustus 2026. (Minghui.org)
Memperkenalkan Falun Dafa ke Engure dan Tukums
Retret tahun ini mencakup perjalanan ke dua kota terdekat, Engure dan Tukums. Praktisi menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan Falun Dafa di tempat-tempat yang biasanya tidak mereka kunjungi untuk kegiatan informasi. Mereka memberi tahu penduduk tentang Falun Dafa dan cara Partai Komunis Tiongkok (PKT) menganiaya latihan tersebut.
Beberapa warga setempat mendengarkan informasi tentang latihan tersebut dengan penuh minat. Begitu orang lain mengetahui tentang penindasan itu, mereka menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya penyiksaan dan pembunuhan orang-orang karena berpegang pada Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar).
Praktisi melakukan latihan Falun Dafa dalam sebuah kegiatan di Tukums. (Minghui.org)
Beberapa orang yang lewat mengatakan bahwa mereka sebelumnya pernah melihat praktisi di tempat lain—biasanya di Riga dekat Kedutaan Besar Tiongkok, di mana mereka memegang poster yang menyerukan diakhirinya penindasan dan mengajak orang-orang untuk menandatangani petisi internasional yang ditujukan kepada negara-negara G7+7.
Belajar Mencari ke Dalam Diri Saat Konflik
Praktisi melakukan latihan Falun Dafa di Apšuciem. (Minghui.org)
Selama tiga hari mereka di Apšuciems, praktisi membaca Zhuan Falun, buku utama Falun Dafa.
Raimonds ikut serta dalam retret tersebut dan mengatakan bahwa salah satu tujuannya adalah untuk "fokus pada kekuatan dan bakat orang lain," dan bukan pada bagian-bagian yang "tidak sejalan dengan pemikiran saya sendiri."
Ia mengatakan bahwa ini adalah wawasan baru yang ia peroleh tentang dirinya sendiri dalam peningkatan spiritualnya dan ia berupaya menggunakan retret tersebut sebagai kesempatan untuk menantang dirinya sendiri. Raimonds berkata, “Selama beberapa hari berikutnya ketika saya bertemu orang lain, bahkan mereka yang sebelumnya tidak saya sukai, saya mencoba melihat kekuatan mereka. Selama proses ini, saya benar-benar menyadari betapa banyak bakat yang dimiliki orang lain, betapa banyak yang dapat saya pelajari dari mereka, dan betapa berdedikasinya mereka.”
Dia menambahkan, “Dari pengalaman ini, saya benar-benar percaya bahwa tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Setiap konflik adalah kesempatan untuk memperbaiki karakter seseorang, bukan hanya berfokus pada hal-hal di luar diri. Kita harus melihat masalah dari berbagai perspektif dan menganggap hal buruk sebagai hal baik dan hal baik sebagai kesempatan untuk tidak terlena dalam zona nyaman. Berbagai tantangan memungkinkan kita untuk tumbuh.”
Raimonds juga percaya bahwa lingkungan di tempat retret tersebut, yang berfokus pada introspeksi, membantunya memperdalam pemahaman spiritualnya sendiri dan merupakan "pengalaman yang luar biasa."
Menerapkan Mendahulukan Orang Lain dalam Latihan
Bagi Liene, retret ini merupakan kesempatan untuk terhubung dengan praktisi lain dan mendengarkan wawasan mereka tentang kultivasi mereka sendiri. Dia mengatakan bahwa dia cenderung mengisolasi diri dari orang lain, yang dapat mengakibatkan dia dianggap tidak peduli, dan hal itu menyulitkannya untuk menjangkau dan mendapatkan bantuan dari orang lain.
Liene berkata, “Saya semakin menyadari betapa pentingnya untuk mengutamakan orang lain. Jika kita semua benar-benar melakukannya, itu akan menciptakan kekuatan besar dan dampak yang baik. Sebaliknya, jika kita hanya fokus pada diri sendiri, mengisolasi diri dari orang lain, dan mencoba mengatasi kesulitan kita sendiri, proses ini dapat berlarut-larut lebih lama.”
Dia mengatakan bahwa retret tersebut "Mengingatkan saya sekali lagi betapa pentingnya untuk tidak menutup diri dan benar-benar peduli kepada orang lain."
Setiap peserta sangat menghargai kesempatan untuk berkumpul sebagai satu kesatuan, yang menginspirasi mereka untuk lebih tekun dalam latihan mereka. Semua orang pulang dengan semangat tinggi, dengan energi dan inspirasi baru untuk rencana bersama di tahun mendatang.
Peserta retret berfoto bersama untuk memperingati acara tersebut. (Minghui.org)
Catatan Editor: Kelompok Tujuh (G7) adalah forum politik antar pemerintah yang terdiri dari negara-negara maju utama di dunia, yang bertujuan untuk membahas dan mengoordinasikan isu-isu ekonomi dan politik global. Anggota G7 adalah Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Inggris Raya. Negara-negara "+7" dalam kelompok "G7+7" meliputi Argentina, Australia, India, Israel, Meksiko, Korea Selatan, dan Taiwan.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org



